Pendidikan Kewarganegaraan

BAB I Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan

Tujuan utama dari Pendidikan Kewarganegaraan ialah untuk menumbuhkan dan mengembangkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta Tanah Air dan kebudayaan Bangsa, Wawasan Nusantara, serta Ketahanan Nasional dalam diri para mahasiswa calon sarjana atau ilmuwan Warga Negara Republik Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta seni, Negara adalah suatu Organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama – sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu Pemerintahan yang mengurus Tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut. Beberapa prinsip dasar sistem pemerintahan Indonesia yang terdapat dalam UUD 1945 adalah bahwa Indonesia adalah Negara yang berdasar atas hukum (rechtstaat), system kontitusi, kekuasaan Negara yang tertinggi ditangan MPR, presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi di bawah Majelis, presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, menteri negara ialah pembantu presiden, sedankan menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, dan kekuasaan kepala Negara tidak tak terbatas. Indonesia adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang mengandung semangat ketuhan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan keadilan sosial, sehingga demokrasi Indonesia adalah satu sistem pemerintahan berdasarkan kedaulatan rakyat dalam bentuk musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan dan memperbaiki masalah-masalah kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya suatu kehidupan masyarakat yang adil dan makmur merata secara material dan spiritual.
Pendidikan Kewarganegaraan kita pelajari untuk menumbuhkan serta menambahkan wawasan dan kesadaran bernegara, dan membuat kita untuk mencintai tanah air kita sendiri dan bangga menjadi warga Negara Indonesia. .
Kita sebagai bangsa yang menganut berbahasa satu bangsa Indonesia kita harus saling menghormati satu sama lain tanpa harus membeda-bedakan. Melalui pendidikan kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia diharap mampu memahami, menganalisis dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan bernegara.

BAB II Wawasan Nusantara

Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi&interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah likungannya baik nasional, regional maupun global. Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dipakai Negara Indonesia. Hakekat Wawasan Nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selau utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Asas wawasan nusantara merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipenuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan senantiasanya komponen/unsur pembentukan bangsa Indonesia(suku/golongan) terhadap kesepakatan bersama. Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorang, kelempok, golongan, suku bangsa/daerah.
Dari rangkuman diatas, menurut saya dengan adanya ketentuan-ketentuan yang berdasarkan asas wawasan nusantara yang telah ditulis maka dapat menciptakan dan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang.
Agar asas wawasan nusantara dapat dipenuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan, maka kita harus memenuhi asas nusantara tersebut anatara lain :
1. kepentingan/tujuan yang sama
2. keadilan
3. kejujuran
4. solidaritas
5. Kerjasama,
maka dengan kita bisa mewujudkan asas tersebut wawasan nusantara dapat berjalan dengan baik.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Manager

Definition Of Manager

A Manager is the person responsible for planning and directing the work of a group of individuals, monitoring their work, and taking corrective action when necessary.

Function Of Manager

The manager is the person who performs management. Management is an attempt to reach the destination by utilizing resources efficiently and effectively. Business conducted through a systematic process. In achieving the objectives, targets must be achieved.

– Manager Function

1. Understanding the vision and mission

Vision is the ideals of corporate existence in the future. The mission is the principal function of an organization which is the reason it’s existence. Position it parallel to the vision and mission.

2. Must translate the vision and mission to the goal

– The objective is formulated with two basic :

Vision and Mission
Anticipation ( estimate ) about the future

– Goals must meet four requirements :

a. Measurable ( can be measured ): no data and figures.
b. Challenging : There should be easily accessible so that work motivation will be resurrected.
c. Realistic : In accordance with the ability.
d. Time Frame

3. Formulates measures should be taken to achieve a goal

4. Make efforts to include resources in carrying out the plan that has been made

5. Leads the implementation plan for the employees working with highly motivated

6. Controlling the implementation of activities and use of resources for the plan are made to walk properly

7. Preparing to face the contingency

– Manager Problems

1. The managers are always faced with uncertainties about the future

2. Always face the problem of limited resources

– To deal with those problems, we can use ine if the following three approaches :
1. Entrepreneur Approach

Feature : intuitive and aggresive

The result were very dependent on the accuracy (higher risk)

2. Adaptive Approach

Feature : conservative and wait for the situation developing

The results of this approach is no pattern abd the company has always been a follower.

3. Planning Approach

Using systematic approach abd structure

The results of this approach is a planned growth

– Management Process

1. Planning : formulating action / steps to achieve goals

2. Organizing : manage resources in carrying out the plans that have been made

3. Executing : lead the implementation of the plan and provide motivation

4. Controlling : to control the implementation of activities to confirm with the plan

– Management Attribute

1. Power
2. Objective : managers must commit to the goal
3. Process : the responsibility of a manager
To reach the goal takes a process, the process must be done well for achievable goals and managers must go through four stages in the process ( Planning, Organizing, Executing, and Controlling )

4. Man : Managers must be able to interact with the all the workers
5. Resources : must be able to utilize the resources

– Role Manager

1. Interpersonal Role : manager must be able to have a role associated with other parties
2. Informational Role
3. Decision Making

For many people, this is their first step into a management carrer

1. Managers may direct workers directly or they may direct several supervisors who direct the workers. The manager must be familiar with the work of all the groups he/she supervises, but does not need to be the best in any or all of the areas. It is more important for the manager to know how to manage the workers than to know how to do their work well.

2. A manager may have the power to hire or fire employees or to promote them. In larger companies, a manager may only recommends such action to the next level of management. The manager has the authority to change the work assignments of team members.

3. A manager’s title reflects what he/she is responsible for. Such as An Accounting Manager supervises the Accounting function. An Operations Manager is responsible for the operations of the company.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Manusia dan Penderitaan

Manusia memiliki banyak artian. Dari segi agama, manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan machluk yang lainya, termasuk diantaranya Malaikat, Jin, Iblis, Binatang, dllnya. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primate dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.

Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.

Penderitaan adalah sebuah kata yang sangat dijauhi dan paling tidak disenangi oleh siapapun. Berbicara tentang penderitaan ternyata penderitaan tersebut berasal dari dalam dan luar diri manusia. Biasanya orang menyebut dengan factor internal dan faktor eksternal.

Dalam diri manusia itu ada cipta, rasa dan karysa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik karsa maupun rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa selalu ingin dipenuhi tuntutannya. Baru dalam keduanya menemukan yang dicarinya atau diharapkan manusia akan merasa senang, merasa bahagia.

Apabila karsa dan rasa tidak terpenuhi apa yang dimaksudkan, manusia akan mendata rasa kurang mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu, yaitu rasa takut.

Rasa takut itu justru sudah menyelinap dan dating menyerang kita sebelum bencana atau bahaya itu dating menyerangnya. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana upaya kita meniadakan rasa kurang dan rasa takut itu. Karena kedua rasa itu termasuk penyakit batin masuia, maka usaha terbaik ialah menyehatkan bathin itu sendiri, rasa kurang itu muncul dikarenakan adanya anggapan lebih pada pihak lain.

Kita sudah tahu bahwa factor – factor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah factor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam ; yaitu eksternal murni dan tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar – benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kebudayaan Jambi

· Sejarah

Pada Zaman Melayu kuno, Kota Jambi mendapatkan keuntungan dari aktivitas perdagangan antara Asia Barat dan Cina, oleh karena itu Negara Cina menjadi sumber informasi mengenai latar belakang sejarah Jambi.

Pada Tahun 1460 – 1907, Jambi yang dikenal akan Kerajaan Islam dikenal sebagai Melayu II. Ratu pertama dalam kerajaan ini adalah Selaro Putri Pinang Masak didampingi oleh suaminya bernama Datuk Paduko Berhalo.

Pada masa pemerintahan Sultan Abdul Kahar, colonial Belanda mendirikan perusahaan perdagangan mereka di Muara Kampeh.Namun tidak bisa bertahan lamanya pesaing asing dan penolakan dari orang-orang sekitar memaksa VOC menutup perusahaan pada tahun 1625. Ketegangan kembali berlanjut pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil, beliau harus menghadapi banyak kendala seperti persaingan dengan Sultan Johor dan tekanan dari VOC sejak ia memberikan izin perdagangan ke Portugis di Sungai Batanghari. Akhirnya, karena berada di dalam tekanan beliau harus menyetujui persetujuan perjanjian kerjasama dengan VOC ditandatangani oleh anaknya, Pangeran Ratu Raden Penulis yang kemudian menjadi pengganti beliau dan mendapat gelar Sultan Abdul Mahyu Sri Ingolongo. Suatu ketika dalam periode 1665 – 1690, Sulatan Ingolongo ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Pulau Banda. Penangkapan itu memicu aksi masyarakat dan puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Thaha (1856 – 1904). Pada tahun 1907, Jambi sepenuhnya menyerah kepada kolonial Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, gerakan masyarakat dan komunitas pemuda yang didirikan masyarakat Jambi untuk mendukung gerakan pemerintahan Indonesia. Namun, administrasi pemerintahan tidak berjalan mulus karena pemberontakan bergolak di seluruh daerah. Tahun 1948, provinsi Sumatera dibagi menjadi tiga dan Jambi menjadi Provinsi Sumatera Tengah. Administrasi pemerintahan mulai membaik setelah konferensi ‘Meja Bundar’. Tahun 1958, Sumatera Tengah dibagi menjadi tiga, salah satunya adalah Jambi.

· Budaya

1. Provinsi Jambi berbagai budaya tetapi pada dasarnya berdasarkan budaya Melayu salah satunya sepanjang Sungai Batanghari, masih bisa dilihat orang yang tinggal di Rumah Panggung yang terbuat dari kayu lokal.

2. Batik dan Songket Jambi memiliki karakteristik yang berbeda dari provinsi-provinsi lain di Indonesia dengan karakteristik bunga-bunga.

3. Tari Rantak Kudo disebut begitu karena gerakannya yang menghentak-hentak seperti kuda, tarian ini dilakukan untuk merayakan hasil panen pertanian di daerah Kerinci dan dilangsungkan berhari-hari tanpa henti.

4. Tari Sekapur Sirih dilakukan untuk menyambut tamu yang dihormati dan ditarikan oleh remaja putri.

5. Tari Serengkuh Dayung menggambarkan tentang perasaan searah setujuan, kebersamaan dan ditarikan oleh penari putri.

6. Tari Baselang menceritakan tentang semangat gotongroyong masyarakat desa dan ditarikan putra putrid

7. Tari Inai untuk menghibur mempelai wanita yang sedang memasang inai di malam hari, sebelum duduk di pelaminan ditarikan Putra dan Putri.

8. Tari Japin Rantau menggambarkan prikehidupan masyarakat di pesisir pantai.

· Suku

1. Suku Kubu atau Suku Anak Dalam adalah salah satu suku bangsa minoritas dan salah satu yang tertua yang hidup di pulau Sumatera, Kehidupan mereka sekarang sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang berada di Jambi.

2. Suku Batin sebagian besar tinggal di wilayah sepanjang sungai tambesi, sampai saat ini Suku Batin masih mempertahankan adat istiadat berupa bangunan-bangunan tua yang disebut “Kajang Lako” karena bentuk dari bubungan rumah mirip dengan perahu.

3. Suku Kerinci

4. Suku Penghulu

· Makanan Khas

1. Tempoyak merupakan makanan yang berasal dari buah durian yang difermentasikan, dan bisa juga dibuat Gulai Tempoyak.

2. Gulai Tepe Ikan terbuat dari ikan gabus yang dihaluskan dan dicampur tepung dan telur.

3. Malbi adalah masakan gulai daging, namun memiliki citarasa manis karena dimasak dengan kecap dan sedikit gula merah.

4. Gulai Ikan Patin bisa dimasak dengan Tempoyak tetapi sebagia orang mengganti Tempoyak dengan santan kelapa untuk menghindari baud an rasa Tempoyak yang cukup menyengat.

5. Padamaran terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah sebagai pemanis. Bahan-bahan ini kemudian ditempatkan di sebuah cup yang terbuat dari daun pisang lalu dikukus hingga matang.

6. Dendeng Batokok adalah irisan daging sapi yang direbus dalam air kelapa yang telah dibumbui bawang putih dan jahe.

7. Nasi Minyak adalah beras yang dimasak dengan susu, saus tomat, minyak samin dan rempah-rempah, Nasi Minyak biasanya disajikan pada saat acara-acara khusus.

· Tempat Wisata

1. Perkebunan Teh Kayu Aro

Perkebunan ini dirintis tahun 1925 – 1928 oleh perusahaan Belanda NV HVA, perkebunan ini tercatat sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia. Di tengah perkebunan terdapat “Aroma Pecco” yang merupakan sebuah taman dengan sebuah kolam yang pada zaman penjajahan Belanda dulu merupakan tempat penampungan air bagi perkebunan teh.

2. Masjid Kuno Pondok Tinggi

Masjid ini dibangun secara gotong royong oleh masyarakat dusun Pondok Tinggi pada Tanggal 1 Juni 1874 dengan dinding terbuat dari anyaman bambu, tahun 1890 dindingnya diganti dengan kayu yang berukir bermotif berbagai bangsa Persia, Romawi, Mesir dan motif lokal. Pembangunannya selesai pada tahun 1902, keunikannya adalah arsitekur bangunan dengan mengikuti model masjid masa lampau.

3. Danau Kerinci

Kita dapat melihatnya dari daerah Pesanggrahan, Tanjung Hatta adalah tempat Bung Hatta menikmati panorama Danau Kerinci dan menanam pohon disana. Desa Saleman terdapat Rumah Laheik yang merupakan rumah khas Kerinci dan di sekitar Danau Kerinci terdapat sejumlah batu berukir yang diduga peninggalan manusia megalit.

4. Desa Lekuk 50 Tumbi Lempur

Suatu desa di Kabupaten Kerinci ini memiliki potensi wisata alam dan budaya yang dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. Salah satu gunung yang diberi nama Gunung Betuah memiliki keunikan sebagai gunung yang sangat sulit didaki. Masyarakat lokal dan turis mancanegara sudah berupaya namun tetap belum bisa ditaklukkan.

Di daerah sekitar Gunung Betuah terdapat 5 buah Danau yang masih alami dengan karakteristik warna air dan jenis ikan yang berbeda pada tiap danaunya. Contohnya Danau Kaco, yang didalamnya bisa ditemukan Ikan Semah dan mempunyai tampilan air berwarna biru.
Di kaki Gunung Betuah juga terdapat Hutan Adat yang masyarakat lokal menyebutnya sebagai Hutan Ulu Air. Masyarakat Lempur menerapkan sanksi adat yang ketat bagi perusak Hutan Ulu Air.
Di Desa Lempur Mudik juga terdapat benteng pertahanan Depati Parbo, seorang Pahlawan Perjuangan Kerinci yang bertempur menghadang belanda dari Bengkulu. Perang ini dikenal dengan Perang Menjuto.

5. Taman Nasional Kerinci Seblat

Merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan dataran rendah serta beberapa ekosistem yang khas, memiliki 4000 jenis tumbuhan, terdapat 42 jenis mammalia, 10 jenis reptillia, 6 jenis amphibia, 6 jenis primate dan 306 jenis burung.

6. Arum Jeram Merangin

7. Taman Nasional Bukit Dua Belas

8. Taman Nasional Bukit 30

9. Hutan Harapan

10. Kota Seberang Jambi

Kota Seberang akan dijadikan kawasan cagar budaya, karena dipisahkan oleh Sungai Batanghari memiliki banyak nilai peninggalan sejarah dan budaya masa lampau, diantaranya rumah tua yang berumur ratusan tahun yang berarsitektur China dan Melayu. Pusat kerajinan batik Jambi juga terletak disini.

11. Museum Negeri Jambi

12. Candi Muaro Jambi

13. Taman Nasional Berbak

14. Pulau Berhala

Memiliki panorama pantai pasir putih dan batuan vulkanik yang sangat indah. Terdapat pula Benteng peninggalan Jepang pada salah satu bukit di Pulau Berhala.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment